Showing posts with label PERSIB. Show all posts
Showing posts with label PERSIB. Show all posts

Friday, April 22, 2011

Miljan Radovic Raja assist Persib


Siapa lagi kreator di balik gol tunggal Hilton Moreira hingga mengantarkan Persib meraih kemenangan atas Sriwijaya FC, Jumat (22/4/2011), selain "si raja bola mati" Miljan Radovic.

Ya, Miljan adalah pemain yang memberikan umpan matang kepada Hilton Moreira dari tendangan bebas setelah sebelumnya Gilang Angga Kusuma mendapat tackling keras dari pemain belakang lawan.

"Saya sangat senang bisa memberi assist hingga tercipta gol buat kemenangan Persib. Ini assist kesembilan saya untuk Persib," kata mantan pemain timnas Montenegro ini kepada wartawan usai pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (22/4/2011).

Selain memberilkan sembilan assist, Miljan juga sudah mencetak empat gol, tiga di antaranya ia dapat melalui hattrick pada laga melawan Persiwa Wamena, hingga Persib meraih kemenangan besar 5-2, 24 Maret 2011 silam.

"Saya senang saat ini karena bisa memberikan assist hingga berbuah kemenangan buat Persib. Selain itu saya juga senang karena bisa mencetak empat gol sepanjang karier saya di sini. Ini buah dari latihan saya selama ini," tutup Miljan. [gin]

Hilton : Untuk Persib Selalu yang Terbaik


SATU gol satu kartu kuning. Itu torehan Hilton Moreira saat Mang Bandung mengandaskan perlawanan gigih Sriwijaya FC, di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

"Saya senang bisa membantu Persib memenangkan pertandingan hari ini. Saya bangga bisa cetak gol kemenangan karena lawan main bagus. Ini kemenangan fantastis," Ungkap Hilton di ruang ganti pemain.

Sejak dipercaya tampil oleh Daniel Roekito, Hilton benar-benar mencurahkan seluruh kemampuan teknisnya. Ia ingin hadirnya memberi arti bagi kemajuan Maung Bandung.

"Anda tahu musim ini Persib tidak bisa juara lagi. Tapi fakta itu harus bisa melecut seluruh pemain untuk terus tampil bagus di setiap pertandingan. Dan itu yang saya hamparkan dipertandingan tadi," beber ekspatriat dari Brazil.

Makanya, di tengah lapangan ia terus berjibaku. Tidak ingin diintimidasi lawan yang menjaganya. Bila perlu ia yang mengawali mengintimidasi lawannya, meski akhirnya diganjar kartu kuning oleh wasit yang memimpin pertandingan.

"Kartu kuning itu jelas tidak saya harapkan. Dan mestinya bukan saya yang mendapat kartu. Lawan yang menarik dan memukul saya. Ada sekitar lima kali dia mengerjai saya," cerita Hilton.

"Sialnya saat saya mencoba membalas dan meminta pertolongan wasit, saya malah diganjar kartu kuning. Kecewa juga. Tapi yang penting kita menang," sambung Hilton.

Ke depan, Hilton berjanji, tidak akan mengendurkan permainan. Ia akan tetap bermain kencang dan membantu Persib meraih kemenangan.

"Masih ada empat pertandingan lagi yang harus dijalani Persib. Saya akan bermain bagus dan membantu pelatih menjalankan taktik dan strateginya untuk memenangkan pertandingan," janji Hilton.(Dani Wihara)

Daniel Senang Persib Naik Peringkat



Pelatih Persib Daniel Roekito mengaku senang dengan kemenangan yang diraih timnya atas Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (22/4/2011).

"Pemain bermain efektif, meski kita hanya menang tipis, tapi kita bisa meraih tiga poin itu yang paling utama," kata Daniel, yang langsung meninggalkan tim usai pertandingan karena akan merayakan Paskah di kampung halamannya, Semarang.

Pelatih asal Rembang ini pun tak berbicara saat konferensi pers kedua pelatih kepada wartawan seusai pertandingan. Posisinya digantikan Manajer Persib Bandung Umuh Muchar.

Persib berhasil meraih kemenangan melalui gol tunggal Hilton Moreira dimenit 32, memanfaatkan umpan matang Miljan Radovic melalui tendangan mati. Bola hasil tandukan Hilton berhasil mengecoh kiper Ferry Rutinsulu. [gin]

Persib vs Sriwijaya = 1-0 ,Hilton Menangkan Maung


Persib berhasil mempertahankan keunggulan 1-0 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Si Jalak Harupat, Jumat (22/4/2011) sore. Gol semata wayang Persib dicetak lewat sundulan Hilton Moreira menit ke-32.

Tampil dengan tekad meraih poin penuh lawan Sriwijaya FC, Persib langsung menekan sejak menit awal pertandingan. Isnan Ali membuka peluang Persib satu menit laga berjalan. Namun, umpan dari sayap kiri terlalu melambung ke atas mistar gawang Sriwijaya FC yang dikawal Ferry Rotinsulu.

Sriwijaya FC balas menekan. Menit ke-3, pemain depan Keith Jerome Kayamba Gumbs membuka peluang setelah berhadapan langsung dengan kiper Markus Horison. Sayang, tembakannya terlalu pelan dan berhasil dijinakkan Markus.

Pemain Sriwijaya FC Jajang Mulyana melepaskan tembakan hasil sepak pojok dari kanan pertahanan Persib. Namun, tembakannya masih menyamping di mistar gawang Maung Bandung.

Tiga menit kemudian giliran Persib membuka peluang. Matsunaga Shohei lepas dari kawalan di pertahanan kiri Sriwijaya FC. Pemain belakang Sriwijaya FC nyaris menceploskan bola ke gawang sendiri setelah berusaha menahan umpan menyusur pemain asal Jepang tersebut.

Menit ke-17 Maman Abdurahman melakukan pelanggaran terhadap Budi Sudarsono. Wasit menghadiahi Sriwijaya FC tendangan bebas tepat di garus penalti. Tendangan bebas di luar kotak penalti yang diambil Keith Jerome Kayamba Gumbs gagal membuahkan hasil setelah membentur pagar pertahanan Persib.

Sriwijaya FC terus melancarkan serangan. Menit ke-21, Im Junsik melepaskan tembakan dari jarak jauh, namun masih melebar di kanan gawang Persib yang dikawal Markus Horison.

Persib membalas. Menit ke-24, Cristian Gonzales mendapat umpan dari Hilton Moreira. Sayang, pemain berjuluk El Loco itu gagal melepaskan tembakan kaki kiri di dalam kotak penalti. Dua menit kemudian giliran Hilton Moreira gagal memanfaatkan peluang.

Sriwijaya FC kembali membuka peluang setelah Kayamba lolos dari jebakan offside dan tinggal berhadapan dengan kiper Markus Horison. Beruntung, kiper timnas tersebut berhasil menghalau tendangan Kayamba.

Persib membuka keunggulan menit ke-32 lewat tandukan Hilton Moreira memanfaatkan tendangan bebas Miljan Radovic setelah Matsunaga Shohei dilanggar pemain belakang Sririjaya FC. 1-0 untuk keunggulan Persib.

Tertinggal satu gol membuat skuad Sriwijaya FC tersengat. Mereka balik membombardir pertahanan Persib. Namun, ketatnya barisan pertahanan Persib membuat tim asuhan Ivan Kolev tersebut gagal mencetak gol.

Di menit-menit akhir babak pertama, Persib memperoleh banyak peluang. Beberapa kali umpan crossing Miljan Radovic membahayakan gawang Sriwijaya FC. Hingga peluit babak pertama dibunyikan, kedudukan masih 1-0 untuk keunggulan Maung Bandung.

Babak kedua Persib masih berinisiatif menyerang. Menit ke-52, Siswanto yang masuk di babak kedua dilanggar di sebelah kiri pertahanan Sriwijaya FC. Isnan Ali yang menjadi eksekutor bola mati, melepaskan tembakan. Sayang, tembakannya masih melambung di atas mistar gawang Sriwijaya FC.

Matsunaga Shohei nyaris memperbesar keunggulan di menit ke-56. Tendangan chip-nya membentur mistar atas gawang Sriwijaya FC yang dikawal Ferry Rotinsulu. Gonzales yang berada di depan gawang, gagal memanfaatkan kemelut dan hanya menghasilkan sepak pojok bagi Persib.

Satu menit kemudian, umpan Hariono disambut Hilton Moreira. Sayang, tandukannya masih melebar di sisi kiri gawang Ferry Rotinsulu. Persib terus menekan. Miljan Radovic melepaskan tembakan bebas mengarah ke gawang Sriwijaya FC. Namun tendangan melengkungnya masih berhasil ditahan kiper Ferry Rotinsulu.

Menit ke-62, Cristian Gonzales dilanggar di luar kotak penalti. Miljan Radovic kembali dipercaya menjadi algojo tendangan bebas. Tembakan Miljan masih membentur pagar hidup pertahanan Sriwijaya FC. Pelatih Persib Daniel Roekito menarik Cristian Gonzales dan digantikan Atep M Rizal di menit ke-66.

Budi Sudarsono nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-68. Sayang, tembakan dari luar kotak penalti masih melambung di atas mistar gawang Markus Horison.

Menit ke-71, Budi Sudarsono kembali melepaskan tembakan kaki kiri. Beruntung, kiper Markus Horison berhasil menahan tembakan keras Budi. Satu menit kemudian, giliran Persib memperoleh peluang emas. Namun, Hilton Moreira sudah dalam posisi offside.

Airlangga Sutjipto masuk di menit 73 menggantikan Matsunaga Shohei yang mendapat pengawalan ketat pemain belakang Sriwijaya FC. Umpan Isnan Ali membuahkan peluang emas di menit 79. Kemelut di depan gawang Sriwijaya FC gagal dimanfaatkan Hilton Moreira dah Airlangga.

Sriwijaya FC berpeluang menyamakan kedudukan. Markus Horison berjibaku menghadang tendangan Rendy Siregar pada menit 87. Akibat berbenturan dengan Rendy, Markus mengalami cedera di bagian kepala hingga harus diperban.

Sebelumnya Persib membuka keunggulan menit ke-32 lewat tandukan Hilton Moreira memanfaatkan tendangan bebas Miljan Radovic setelah Matsunaga Shohei dilanggar pemain belakang Sririjaya FC. Hingga akhir pertandingan, skor tak berubah 1-0 untuk keunggulan Persib.

Kemenangan tersebut membuat posisi Persib naik ke peringkat 7 dengan koleksi 32 poin menggeser Persela Lamongan, 29 poin dan Persiwa Wamena 31 poin.

Thursday, April 21, 2011

Tanpa Pemain Pilar, Sriwijaya FC Bidik Kemenangan atas Persib


Meski tanpa beberapa pilar andalannya, Sriwijaya FC tetap membidik kemenangan saat dijamu Persib Bandung, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung sore nanti.

Ya, pelatih Sriwijaya FC memang tak menyertakan delapan pemain andalannya ke Bandung, masing-masing Oktovianus Maniani, Arif Suyono, Ade Suhendra, Andi Irawan, Jeki Arisandi dan Muhammad Rifky. Sedangkan sisanya Rudi Widodo masih bermasalah dengan lutut kanan.

Kemudian Firman Utina hingga kini masih dirawat lantaran mengalami sakit Hepatitis B. Begitu pun Claudiano Alves Do Santos juga belum sembuh seratus persen dari cedera pinggang.

Kolev beralasan memarkir enam pemain, mengingat peluang gelar masih memungkinkan pada ajang AFC Cup jika dibandingkan Superliga yang saat ini hanya menempatkan Sriwijaya FC pada peringkat enam.

Di ajang AFC, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini akan menghadapi Song Lam Nghe An (Viaetnam) pada laga lanjutan grup F, Selasa (26/4/2011) nanti.

"Ya, memang tidak semua pemain saya ikutsertakan ke Bandung. Saya hanya bawa 18 pemain. Ada beberapa yang sengaja ditinggalkan di Palembang karena akan diturunkan di AFC Cup. Selain itu, memang ada beberapa pemain yang tidak bisa dibawa karena masih cedera," ujar Kolev.

Meski begitu, pelatih asal Bulgaria ini tetap yakin pasukannya bisa membawa pulang poin dari Bandung. "Persib sekarang memang sedang bagus, setelah kalah dari PSPS, pasti motivasi mereka untuk bangkit tinggi. Saya khawatir mereka bermain bagus. Tetapi saya tetap yakin, saya harap anak-anak anak-anak bisa menang minimal seri," harapnya. [gin]

Lawan SFC , Miljan Kembali Disiapkan Jadi Eksekutor Bola Mati


Pelatih Persib Daniel Roekito mengaku bakal tetap menyimpan Miljan Radovic untuk mengeksekusi bola mati saat Persib menjamu Sriwijaya FC Jumat (22/4/2011) ini.

Meski Miljan sempat gagal mengeksekusi bola mati pada laga sebelumnya melawan PSPS Pekanbaru, Senin (18/4/2010), Daniel tetap percaya kemampuan Miljan. Bahkan, pelatih asal Rembang ini menyebut Miljan tetap memiliki kehebatan dalam eksekusi bola mati.

"Miljan tetap akan diandalkan untuk service bola mati. Persoalan kegagalan dia di pertandingan kemarin (lawan PSPS), hanya kurang beruntung saja, padahal tendangannya sudah mengarah. Dan yang perlu diingat tidak semua tendangan bebas bisa menjadi gol," kata Daniel, Kamis (21/4/2011).

Selain Miljan, eks pelatih Persiba Balikpapan, Arema Malang dan Persik Kediri ini juga menyiapkan eksekutor bola mati lainnya, di antaranya Matsunaga Shohei, Eka Ramdani, dan Isnan Ali.

"Mudah-mudahan di saat striker menemui kebuntuan, kita bisa memanfaatkan gol melalui bola mati. Saya tidak mau malu lagi, kita wajib menang karena kita bermain di rumah sendiri," tandas pelatih berusia 58 tahun ini. [gin]

Persib vs Sriwijaya : Pertaruhan Maung Bandung


Kekalahan Persib Bandung dari PSPS Pekanbaru di kandang tiga hari lalu sudah dilupakan anak asuh Daniel Roekito.

Sore ini klub berjuluk Maung Bandungitu tak ingin akan memberi peluang klub asal Sumatera lainnya, Sriwijaya FC (SFC),mengambil satu poin pun dari Stadion Si Jalak Harupat. Bahkan,ada dua misi yang dibawa Maman Abdurahman dkk menuju partai ini. Yang pertama jelas,amunisi Maung Bandungingin mengobati luka Bobotoh, julukan suporter Persib,dari kekalahan sebelum laga ini. Kedua,Persib ingin melakukan revans atas SFC.Pada putaran pertama Djarum Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, tim tamu yang berjuluk Laskar Wong Kito menggunduli Persib dengan skor telak 1-4 di Palembang.Daniel pun menegaskan, pasukannya sangat on firedan harus menang. Kehadiran eks pemain SFC,Isnan Ali, dalam sesi latihan juga membawa pengaruh positif skuad Maung Bandung.

”Semua hanya melakukan latihan dengan cukup. Tidak ada masalah dengan para pemain, asal semua bisa jaga kondisi,” kata Daniel, kemarin. Daniel mengakui curah hujan di Bandung dalam beberapa pekan terakhir sedikit memengaruhi anak asuhnya saat bertarung.Termasuk saat Persib kalah dari PSPS,disinyalir karena hujan deras.”Saya tidak mau pemain drop.Latihan tetap dimaksimalkan,” lanjut pelatih 58 tahun ini. Lantas,apa yang diinginkan Daniel agar anak asuhnya bisa menjinakkan SFC? ”Pokoknya jangan berikan kesempatan pada lawan.Para pemain jangan sampai terburu-buru untuk menyelesaikan peluang,” tandas Daniel.

Keinginan Daniel ini seperti mematahkan anggapan kalau SFC sulit dikalahkan Persib.Meski sekarang tren tim tamu sedang bagus,Daniel enggan Maman dkk kalah sebelum bertanding pada laga yang disiarkan antvpada pukul 15.25 WIB ini. Kemenangan menurut Daniel juga jadi pertaruhan bagi timnya.Sebab,tiga poin berarti bisa kembali menyelamatkan nama Maung Bandungyang kini agak terpuruk. ”Kami selalu incar kemenangan di kandang dan Sriwijaya harus kami kalahkan,” ujarnya.

Bagi Pelatih SFC Ivan Venkov Kolev, menuju laga ini tidak ada persiapan yang istimewa.Pria asal Bulgaria ini hanya sedikit mencemaskan kelelahan yang mungkin menyertai anak asuhnya,akibat jadwal padat di ISL dan Piala AFC 2011. ”Pemain sudah cukup lelah karena terlalu banyak jadwal pertandingan.Sesi latihan kali ini porsinya saya turunkan, hanya latihan ringan saja untuk menjaga kebugaran.Tapi,kami tetap mengincar poin di sini,” tandas Kolev. Kembalinya Ponaryo Astaman,M Ridwan,dan Supardi diakui Kolev menambah keyakinannya.

Meski, playmakerFirman Utina belum bisa merumput karena sakit.”Saya ingin harap tim bisa bermain lebih bagus.Apalagi,ada tiga pemain yang baru sembuh dari cedera saat menghadapi Persib,” tandas eks arsitek timnas Indonesia ini. ●huyogo simbolon

Jelang Persib Versus Sriwijaya FC, Operasi Kereta Ekonomi Dihentikan


Laga Persib kembali membuat perjalanan kereta api ekonomi dihentikan. Persib bakal menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat dalam Liga Super Indonesia besok. "Rencananya besok ada 10 perjalanan kereta yang dibatalkan," kata Juru Bicara PT. Kereta Api Daerah Operasi II Bandung, Bambang S Prayitno di kantornya Kamis 21 April 2011.

Kereta yang berhenti beroperasi semuanya kereta ekonomi yang saling bersambung, menghubungkan Jakarta-Bandung. Kereta yang dihentikan beroperasi seharian itu adalah KA Ekonomi Serayu rute Kroya-Jakarta Kota, KA Ekonomi rute Tanjung Priok-Purwakarta, sementara khusus KA Cibatu-Purwakarta hanya beroperasi dari Purwakarta menuju Ciroyom, Bandung saja.

Bambang mengatakan, penghentian operasi kereta itu untuk mengantisipasi suporter bola dua kesebelasan itu yang akan bertanding besok. Selain itu, lanjutnya, pihaknya akan merazia penumpang kereta yang dicurigai suporter bola. "Akan kita turunkan dan diusir keluar dari stasiun," katanya.

Kebijakan pembatalan kereta itu diputuskan diambil sejak bulan lalu. Pembatalan kereta kali ini, papar Bambang, sudah yang ke-7 kalinya sejak kebijakan itu diputuskan.

Kebijakan penghentian operasi kereta itu diambil setelah PT KAI melakukan evaluasi setelah terus terjadinya serangkaian peristiwa perusakan sarana kereta, termasuk sejumlah insiden pelemparan oleh warga pada kereta yang melintas mengangkut suporter bola. Selain korban luka, tahun lalu, di wilayah Daop II Bandung, tercatat 3 orang suporter meninggal akibat membentur jembatan saat menumpang di atap kereta. "Ini terkait keamanan dan keselamatan semua pihak," kata Bambang.

Bambang mengatakan, kerugian yang ditanggung PT KAI dengan penghentian kereta itu ditaksir sampai Rp 20 juta. Menurutnya, kerugian itu masih lebih murah, dibandingkan kerusakan sarana. Dia mencontohkan, perbaikan kaca kereta yang pecah satu rangkaiannya bisa menembus Rp 30 juta, belum menghitung kerugian lain. "Kita tidak mau ambil resiko lebih berat lagi," katanya.

Hari ini, papar Bambang, pihaknya menurunkan 24 suporter bola pendukung klub Sriwijaya FC yang berniat menuju Bandung dengan naik kereta dari Purwakarta. Para suporter bola itu, diturunkan di Padalarang setelah kedapatan 13 orang di antaranya naik kereta tanpa tiket. Malam ini pihak Kereta Api juga akan memeriksa kereta karena berdasarkan informasi mereka ada ratusan orang lagi yang akan datang dengan kereta.

AHMAD FIKRI

Wednesday, April 20, 2011

Isnan ali : Sriwijaya FC di Tangan Kolev Tak Istimewa


Bek kiri Persib Bandung Isnan Ali menilai permainan mantan timnya Sriwijaya FC (SFC) yang bakal dijamu Persib di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung Jumat (22/4/2011) tidak istimewa.

Menurutnya, sejak Sriwijaya FC ditangani mantan pelatih tim garuda Indonesia, Ivan Kolev karakter permainan Laskar Jakabaring mengalami perubahan. Hal itu karena Kolev menyukai pemain bertipikal pekerja keras. Namun Isnan tidak memandang permainan SFC istimewa.

"Karena Sriwijaya saat ini sudah berbeda koki, tentu saja akan berbeda rasanya. Kalau saya lihat SFC ditangani Kolev, permainan timnya tidak terlalu istimewa," kata Isnan Rabu (20/4/2011).

Meski begitu, Persib tetap harus wasapada dan jangan sampai lengah. Sriwijaya tetap sebagai tim bermaterikan pemain berkualitas. Kekuatan tim asal Palembang ini tidak terlepas dari peran serta pemain-pemain tim nasional Indonesia yang menghuni Laskar Wong kito julukan lain SFC.

Mereka adalah adalah penjaga gawang Ferry Rotinsulu, Arif Suyono, Firman Utina, Muhammad Ridwan, dan Oktovianus Maniani. Meski begitu, menurut dia, hal tersebut tidak menjadi alasan timnya untuk takut dan merasa terbebani dalam melakoni laga besok sore.

"Saya rasa siapa yang siap dan dipayungi dewi fortuna itulah pemenangnya. Dan kami juga tidak perlu terlalu melihat kekuatan lawan kita. Tapi bagaimana mempersiapkan taktik dan strategi buat meraih kemenangan atas SFC," ucap pemain bernomor punggung 25 ini.[ito

Pelipis Masih Diperban, Isnan Siap Lawan Sriwijaya


Bek kiri Persib Isnan Ali mengaku siap kembali bertarung menghadapi mantan timnya Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Jumat (22/4/2011).

Saat ini Isnan mengaku kondisinya jauh lebih baik, meski pelipis kanannya masih dibalut perban akibat luka bertubrukan dengan pemain belakang PSPS Pekanbaru, Senin (18/4/2011).

"Saya siap bila pelatih kembali memberikan kepercayaan untuk bermain lagi lawan Sriwijaya. Saya juga tidak merasa riskan dengan cedera ini, dan siap bermain maksimal," kata Isnan , , Rabu (20/4/2011).

Namun Isnan masih mempertanyakan sikap wasit yang tidak memberikan kartu. Ia mengatakan tidak khawatir cederanya bertambah parah asalkan wasit yang memimpin laga yang rencananya bakal digelar sore hari di Stadion Si Jalak Harupat itu bukan yang sama seperti saat melawan PSPS.

"Saya heran, nyata-nyata di depan mata dia, kok nggak pelanggaran. Padahal jelas-jelas saya dicederai pemain PSPS sampai berdarah," ungkap mantan pemain timnas Indonesia ini, sedikit kesal.[ito]

Jelang Persib vs Sriwijaya , Duel Penuh Dendam


Persib Bandung dan Sriwijaya FC (SFC) akan bersitegang dalam lanjutan Kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) 2011.


Mereka ingin memaksimalkan laga itu dengan kemenangan saat bentrok di Stadion Jalak Harupat,Soreang,Bandung, Jawa Barat,besok. Kemenangan memang diusung kedua tim,terutama Persib yang akan bertindak sebagai tuan rumah.Maung Bandungingin memanfaatkan keunggulan itu untuk revengesekaligus sebagai psywarsebelum menjalani pertandingan tersebut. Kapten Persib Eka Ramdani mengatakan,pihaknya ingin balas dendam setelah dipermalukan SFC 1-4,saat sowan ke Gelora Jakabaring,Palembang,di putaran pertama,Januari lalu.Pemain asal Purwakarta ini bahkan tak sabar ingin merealisasikannya.

Eka ingin target kemenangan akan meningkatkan motivasi bertanding Maung Bandungselepas ditaklukkan PSPS Pekanbaru 0-1,Senin (18/4).Dia optimistis timnya akan melakukannya karena mendapatkan pelajaran berharga setelah dipukul PSPS.”Tentu saja saya kecewa dengan hasil kekalahan dari PSPS.Punya banyak peluang,tapi tak bisa menjadi gol.Tapi,sudahlah,fakta itu jadi pelajaran buat pertandingan nanti. Sekecil apa pun peluang harus menjadi gol,” kata gelandang berusia 26 tahun tersebut. Menurut Eka,timnya memang harus berbenah sebelum menghadapi SFC.Sebab,Persib masih banyak kelemahan.Selain buruk dalam penyelesaian akhir,pemain Persib masih kurang sabar.Semoga dalam pertemuan kontra SFC kekurangan itu tak akan memengaruhi perjuangan anak-anak Bandung.

Eka pun mengharapkan timnya jangan menganggap remeh Firman Utina dkk meski tampil di kandang sendiri.”Sekarang kondisi tim sudah tidak ada masalah.Kami harus membayar kekalahan itu dengan kemenangan di pertandingan berikutnya. Kami harus lebih jeli lagi dalam memanfaatkan momentum,”paparnya. Terakhir kali Persib merasakan kemenangan atas SFC di kandang tersaji pada ISL musim 2009/2010.Eka yang turun penuh saat itu berhasil membawa timnya menang tipis 1-0.Gol tunggal Cristian Gonzales membawa publik Bandung begitu sumringah saat memadati Stadion Siliwangi.Memori manis itu yang akan diulang timnya saat kembali berjumpa SFC.

Sementara Pelatih SFC Ivan Venkov Kolev optimistis timnya akan mengimbangi permainan tuan rumah,terutama menekan agresivitas menyerang yang bakal diinstruksikan Pelatih Persib Daniel Roekito. Dengan membawa 18 pemain terbaik yang berangkat meninggalkan Palembang,kemarin, Kolev antusias akan melanjutkan tren positif atas Persib musim ini.Sebab,mantan arsitek tim nasional Indonesia ini menyadari tidak ada yang tak mungkin dalam sepak bola.

Asalkan para pemain mau bekerja keras di lapangan sepanjang pertandingan dan menjaga konsentrasi dengan menampilkan permainan disiplin,tim mana pun bisa dikalahkan.” Sepak bola itu mengenai kerja sama tim yang dibangun 11 orang pemain,bukan hanya satu atau dua orang.Jika pemain kami bisa menjaga irama permainan dan komunikasi antarpemain serta menjalankan instruksi dengan benar,mengalahkan Persib di kandangnya bukan hal yang mustahil untuk dilakukan,”ungkap Kolev. Pria berkebangsaan Bulgaria ini menyadari tidak mudah mewujudkan semua itu. SFC juga butuh keberuntungan karena tuan rumah tentu tidak mau kembali tergelincir untuk kedua kali setelah pada pertandingan sebelumnya kalah dari PSPS.Mereka diprediksi akan tampil maksimal.

”Persib pasti sangat ingin menang,kami juga demikian.Kami membutuhkan kemenangan agar mental para pemain lebih tinggi saat menghadapi Song Lam Nghe An,”ujar Kolev. ●huyogo simbolon/yopie cipta raharja

Wednesday, April 13, 2011

Berkat Sepatu Matsunaga, Afandi Bisa Cetak Gol


Striker muda Persib Rahmat Afandi mengaku gol terakhir yang mengantarkan Maung Bandung meraih kemenangan telak 4-1 atas tamunya Persisam Samarinda di Stadion Si Jalak Harupat berkat sepatu baru pemberian Matsunaga Shohei.

Dengan muka ceria, Afandi memegang sepatu itu di depan Shohei. Kepada wartawan ia pun berucap. "Ini sepatu pemberikan ibunya Shohei yang jauh-jauh datang dari Jepang, dan Alhamdulillah saya bisa cetak gol dengan sepatu ini," kata Afandi disambut tawa kecil Shohei.

Sepatu putih yang dikenakan Afandi memang sama dengan Shohei. Namun, di balik itu, pemain bernomor punggung 11 ini mengatakan, gol keempat yang lahir di menit 90, ia ciptakan karena tim sudah tidak punya beban lagi setelah unggul 3-1.

"Saat itu saya enjoy saja bermain, karena tim sudah unggul 3-1, sehingga saya tidak punya beban saat bermain. Bahkan gol itu lahir dari kaki kiri saya," beber Afandi yang masuk menggantikan Airlangga Sutjipto menit 85.

Kini Afandi sudah menyumbangkan dua gol bagi Persib. Jika dikaitkan dengan target pribadinya yaitu ingin mencetak lima gol hingga akhir musim bersama Persib, Afandi masih punya utang 3 gol lagi kepada Persib.

"Mudah-mudahan saya diberi banyak kepercayan bermain. Saya yakin bisa menuntaskan target 3 gol itu," tandasnya. [gin]

Berkat Sepatu Matsunaga, Afandi Bisa Cetak Gol


Striker muda Persib Rahmat Afandi mengaku gol terakhir yang mengantarkan Maung Bandung meraih kemenangan telak 4-1 atas tamunya Persisam Samarinda di Stadion Si Jalak Harupat berkat sepatu baru pemberian Matsunaga Shohei.

Dengan muka ceria, Afandi memegang sepatu itu di depan Shohei. Kepada wartawan ia pun berucap. "Ini sepatu pemberikan ibunya Shohei yang jauh-jauh datang dari Jepang, dan Alhamdulillah saya bisa cetak gol dengan sepatu ini," kata Afandi disambut tawa kecil Shohei.

Sepatu putih yang dikenakan Afandi memang sama dengan Shohei. Namun, di balik itu, pemain bernomor punggung 11 ini mengatakan, gol keempat yang lahir di menit 90, ia ciptakan karena tim sudah tidak punya beban lagi setelah unggul 3-1.

"Saat itu saya enjoy saja bermain, karena tim sudah unggul 3-1, sehingga saya tidak punya beban saat bermain. Bahkan gol itu lahir dari kaki kiri saya," beber Afandi yang masuk menggantikan Airlangga Sutjipto menit 85.

Kini Afandi sudah menyumbangkan dua gol bagi Persib. Jika dikaitkan dengan target pribadinya yaitu ingin mencetak lima gol hingga akhir musim bersama Persib, Afandi masih punya utang 3 gol lagi kepada Persib.

"Mudah-mudahan saya diberi banyak kepercayan bermain. Saya yakin bisa menuntaskan target 3 gol itu," tandasnya. [gin]

Airlangga Sucipto : Gol untuk Si Jabang Bayi



SEJAK mencetak gol pertamanya musim ini ke gawang Persiwa Wamena tanggal 24 Maret lalu, Airlangga Sucipto terus menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang striker haus gol. Tiga hari berselang, Airlangga pun mencetak gol ke gawang Persipura Jayapura.

Pada saat berhadapan dengan Persisam Putra Samarinda, Ronggo --sapaan akrabnya-- mampu mencetak dua gol, masing-masing di menit 25 dan 40. Yang menarik, dua gol tersebut diciptakan melalui sundulan, umpan sepak pojok Miljam Radovic. Tidak salah jika Ronggo disebut sebagai bintang lapangan dalam pertandingan kemarin malam.

Keberhasilan mencetak dua gol dalam satu pertandingan membuat Ronggo sangat puas. Apalagi, dua golnya tersebut ikut mengantarkan tim "Maung Bandung" menang telak 4-1 atas Persisam Putra.

"Alhamdulillah, saya bisa mencetak gol dalam pertandingan ini. Dan yang paling membuat saya bangga, Persib bisa meraih poin penuh," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.

Sebelum masuk ke lapangan Stadion Si Jalak Harupat, Ronggo bertekad mencetak gol ke gawang Persisam Putra. Usai menctak gol pertamanya di menit 25, ia semakin termotivasi untuk kembali menjebol gawang Persisam.

"Sebagai striker, tugas saya mencetak gol. Ternyata, tekad saya menjadi kenyataan, bahkan dua gol dalam pertandingan ini," kata pemain bernomor punggung 9 ini.

Diakui Ronggo, sebenarnya ia ingin mencetak hattrick. Namun ia tidak mau egois dan mementingkan kemenangan tim di atas target pribadi. "Ya, mudah-mudahan saja di pertandingan lain saya bisa mencetak hattrick," terangnya.

Dua gol ke gawang Persisam, menjadi ajang pembuktian bagi Ronggo, yang selama ini selalu dibangkucadangkan. Ia ingin mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk tampil sebagai starter.

"Tentunya saya ingin mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk meningkatkan kemampuan. Kalau jarang tampil, saya tidak akan berkembang," harapnya.

Kedua gol yang diciptakan Ronggo didedikasikan bagi jabang bayi yang tengah dikandung istrinya, Agnes Lugina. "Istri saya sedang mengandung dua bulan. Saya dedikasikan dua gol ini bagi anak saya, juga buat bobotoh yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan," pungkasnya. (ozy/endan/)

Airlangga Sucipto : Gol untuk Si Jabang Bayi



SEJAK mencetak gol pertamanya musim ini ke gawang Persiwa Wamena tanggal 24 Maret lalu, Airlangga Sucipto terus menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang striker haus gol. Tiga hari berselang, Airlangga pun mencetak gol ke gawang Persipura Jayapura.

Pada saat berhadapan dengan Persisam Putra Samarinda, Ronggo --sapaan akrabnya-- mampu mencetak dua gol, masing-masing di menit 25 dan 40. Yang menarik, dua gol tersebut diciptakan melalui sundulan, umpan sepak pojok Miljam Radovic. Tidak salah jika Ronggo disebut sebagai bintang lapangan dalam pertandingan kemarin malam.

Keberhasilan mencetak dua gol dalam satu pertandingan membuat Ronggo sangat puas. Apalagi, dua golnya tersebut ikut mengantarkan tim "Maung Bandung" menang telak 4-1 atas Persisam Putra.

"Alhamdulillah, saya bisa mencetak gol dalam pertandingan ini. Dan yang paling membuat saya bangga, Persib bisa meraih poin penuh," ujarnya kepada wartawan usai pertandingan.

Sebelum masuk ke lapangan Stadion Si Jalak Harupat, Ronggo bertekad mencetak gol ke gawang Persisam Putra. Usai menctak gol pertamanya di menit 25, ia semakin termotivasi untuk kembali menjebol gawang Persisam.

"Sebagai striker, tugas saya mencetak gol. Ternyata, tekad saya menjadi kenyataan, bahkan dua gol dalam pertandingan ini," kata pemain bernomor punggung 9 ini.

Diakui Ronggo, sebenarnya ia ingin mencetak hattrick. Namun ia tidak mau egois dan mementingkan kemenangan tim di atas target pribadi. "Ya, mudah-mudahan saja di pertandingan lain saya bisa mencetak hattrick," terangnya.

Dua gol ke gawang Persisam, menjadi ajang pembuktian bagi Ronggo, yang selama ini selalu dibangkucadangkan. Ia ingin mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk tampil sebagai starter.

"Tentunya saya ingin mendapatkan kepercayaan dari pelatih untuk meningkatkan kemampuan. Kalau jarang tampil, saya tidak akan berkembang," harapnya.

Kedua gol yang diciptakan Ronggo didedikasikan bagi jabang bayi yang tengah dikandung istrinya, Agnes Lugina. "Istri saya sedang mengandung dua bulan. Saya dedikasikan dua gol ini bagi anak saya, juga buat bobotoh yang tidak henti-hentinya memberikan dukungan," pungkasnya. (ozy/endan/)

Persib vs Persisam = 4-1 ,ambisi Terpenuhi


ersib Bandung akhirnya mampu mencukur tamunya Persisam Putra Samarinda dengan skor 4-1 pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (13/4/2011).
ertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, tuan rumah Persib tampil menekan sejak awal babak pertama. Persib bahkan sudah mampu menciptakan kemelut di depan gawang Persisam pada menit ke-15.

Sayang Airlangga Sucipto yang berhasil merebut bola gagal memaksimalkan peluang tersebut. Tendangannya masih mengenai pemain lawan sehingga bola dengan mudah dijinakkan kiper Persisam, wawan Hendrawan.

Lima menit berselang, Airlangga akhirnya sukses membuat publik Bandung bersorak. Tandukannya memanfaatkan sepak pojok Miljan Radovic mampu mengecoh kiper Wawan Hendrawan dan membawa Persib unggul 1-0.

Airlangga kembali mencetak gol pada menit ke-40. Prosesnya juga mirip dengan gol pertama, yakni melalui tandukan keras memanfaatkan umpan sepak pojok Miljan Radovic. Persib pun unggul 2-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pelatih Persib Daniel Roekito tak mengubah komposisi pemain 'The Winning Team'-nya. Anak-anak Bandung pun langsung tampil menekan.

Hasilnya baru laga baru berjalan 2 menit, Maung Bandung sudah mendapatkan peluang memperbesar keunggulan. Sayangnya, umpan Cristian Gonzales di sisi kiri kotak penalti, yang disodorkan kepada Hilton Moreira tepat di depan gawang, tidak mampu digapai. Padahal bola sudah lepas dari kiper Wawan Hendrawan..

Keasyikan menyerang, barisan pemaina belakangn Persib Bandung lengah. Akibatnya fatal. M Robby mampu memanfaatkan umpan matang Julio Lopez pada menit 51 dan menyarangkannya ke gawang Cecep Supriatna. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1.

Kemasukan satu gol balasan dari Persisam di awal babak kedua, Pelatih Persib Daniel Roekito tampaknya ingin mengamankan keunggulan dengan memasukkan gelandang bertahan Hariono menggantikan Hilton Moreira pada menit 53.

Kendati menarik satu strikernya serangan Persib sama sekali tidak mengendur. Beberapa kali anak-anak Bandung menciptakan peluang. Peluang pertama didapat Cristian Gonzales yang sudah berhadapan dengan kiper Persisam, Wawan Hendrawan. Sayang tendangannya terlalu lemah hingga dengan mudah ditangkap oleh Wawan.

Peluang emas Maung Bandung datang pada menit 68 saat Miljan Radovic lepas dari jebakan off side. Miljan yang mendapat umpan matang dari kapten Eka Ramdani langsung berhadapan dengan Wawan di dalam kotak Sayang Miljan terlalu lama memainkan bola untuk mengecoh Wawan.

Akibatnya, para pemain Persisam dengan cepat membarikade gawang. Miljan pun kehilangan sudut tendangan hingga akhirnya bola melambung ke atas mistar gawang. Kegagalan memanfaatkan peluang emas ini membuat puluhan ribu bobotoh yang terus menyemangati Persib sepanjang laga, tampak kecewa.

Terus menekan bukan berarti Daniel Roekito mengabaikan pertahanan. Untuk memperkuat benteng pertahahan, Daniel menarik Gilang Angga Kusuma dan menggantinya dengan Wildansyah pada menit 71.

Jual beli serangan terus berlangsung dalam laga yang berlangsung keras tersebut. Memasuki 10 menit terakhir, Persisam lebih gencar melancarkan serangan. Untuk mempertajam serangan, Pelatih Persisam Hendro Susilo mengganti sejumlah pemain dengan tipe menyerang.

Sayangnya, serangan yang digalang Ronald Fagundes masih membentur tembok pertahanan yang dikawal Abanda Herman dan Maman Abdurahman.

Terus mendapat tekanan, Persib pun mulai mengendurkan tempo permainan saat laga menyisakan 7 menit dari waktu normal. Namun sesekali pemain depan Persib, seperti Gonzales dan Miljan melakukan penetrasi ke gawang Persisam.

Dukungan serangan pun dilakukan pemain pengganti, Wildansyah. Menit 87, Wildansyah pun menciptakan peluang. Namun umpan Miljan tersebut, mampu lebih dulu diamankan kiper Wawan.

Saat laga menyisakan dua menit lagi, Rahmat Afandi dimasukkan menggantikan pencetak dua gol. Airlangga Sutjipto yang tampak mulai kelelahan.

Selang satu menit, Persib kembali medapatkan hadiah tendangan bebas hanya beberapa meter tepa di depan kota penalti. Bola yang meluncur kencang ke pojok kiri gawang, tak mampu digawai Wawan. Persib pun unggul 3-1 atas tamunya Persisam.

Persib kembali menambah keunggulan, satu menit berselang lewat striker pengganti Rahmat Afandi pada menit 89. tendangan kaki kiri Afandi memanfaatkan bola liar hasil sundulan Gonzales menembus jala gawang Persisam. Persib akhirnya unggul 4-1 hingga peluit akhir babak kedua ditiup, satu menit kemudian.


Persib vs Persisam = 4-1 ,ambisi Terpenuhi


ersib Bandung akhirnya mampu mencukur tamunya Persisam Putra Samarinda dengan skor 4-1 pada laga lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2010/2011 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (13/4/2011).
ertanding di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, tuan rumah Persib tampil menekan sejak awal babak pertama. Persib bahkan sudah mampu menciptakan kemelut di depan gawang Persisam pada menit ke-15.

Sayang Airlangga Sucipto yang berhasil merebut bola gagal memaksimalkan peluang tersebut. Tendangannya masih mengenai pemain lawan sehingga bola dengan mudah dijinakkan kiper Persisam, wawan Hendrawan.

Lima menit berselang, Airlangga akhirnya sukses membuat publik Bandung bersorak. Tandukannya memanfaatkan sepak pojok Miljan Radovic mampu mengecoh kiper Wawan Hendrawan dan membawa Persib unggul 1-0.

Airlangga kembali mencetak gol pada menit ke-40. Prosesnya juga mirip dengan gol pertama, yakni melalui tandukan keras memanfaatkan umpan sepak pojok Miljan Radovic. Persib pun unggul 2-0 hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Pelatih Persib Daniel Roekito tak mengubah komposisi pemain 'The Winning Team'-nya. Anak-anak Bandung pun langsung tampil menekan.

Hasilnya baru laga baru berjalan 2 menit, Maung Bandung sudah mendapatkan peluang memperbesar keunggulan. Sayangnya, umpan Cristian Gonzales di sisi kiri kotak penalti, yang disodorkan kepada Hilton Moreira tepat di depan gawang, tidak mampu digapai. Padahal bola sudah lepas dari kiper Wawan Hendrawan..

Keasyikan menyerang, barisan pemaina belakangn Persib Bandung lengah. Akibatnya fatal. M Robby mampu memanfaatkan umpan matang Julio Lopez pada menit 51 dan menyarangkannya ke gawang Cecep Supriatna. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1.

Kemasukan satu gol balasan dari Persisam di awal babak kedua, Pelatih Persib Daniel Roekito tampaknya ingin mengamankan keunggulan dengan memasukkan gelandang bertahan Hariono menggantikan Hilton Moreira pada menit 53.

Kendati menarik satu strikernya serangan Persib sama sekali tidak mengendur. Beberapa kali anak-anak Bandung menciptakan peluang. Peluang pertama didapat Cristian Gonzales yang sudah berhadapan dengan kiper Persisam, Wawan Hendrawan. Sayang tendangannya terlalu lemah hingga dengan mudah ditangkap oleh Wawan.

Peluang emas Maung Bandung datang pada menit 68 saat Miljan Radovic lepas dari jebakan off side. Miljan yang mendapat umpan matang dari kapten Eka Ramdani langsung berhadapan dengan Wawan di dalam kotak Sayang Miljan terlalu lama memainkan bola untuk mengecoh Wawan.

Akibatnya, para pemain Persisam dengan cepat membarikade gawang. Miljan pun kehilangan sudut tendangan hingga akhirnya bola melambung ke atas mistar gawang. Kegagalan memanfaatkan peluang emas ini membuat puluhan ribu bobotoh yang terus menyemangati Persib sepanjang laga, tampak kecewa.

Terus menekan bukan berarti Daniel Roekito mengabaikan pertahanan. Untuk memperkuat benteng pertahahan, Daniel menarik Gilang Angga Kusuma dan menggantinya dengan Wildansyah pada menit 71.

Jual beli serangan terus berlangsung dalam laga yang berlangsung keras tersebut. Memasuki 10 menit terakhir, Persisam lebih gencar melancarkan serangan. Untuk mempertajam serangan, Pelatih Persisam Hendro Susilo mengganti sejumlah pemain dengan tipe menyerang.

Sayangnya, serangan yang digalang Ronald Fagundes masih membentur tembok pertahanan yang dikawal Abanda Herman dan Maman Abdurahman.

Terus mendapat tekanan, Persib pun mulai mengendurkan tempo permainan saat laga menyisakan 7 menit dari waktu normal. Namun sesekali pemain depan Persib, seperti Gonzales dan Miljan melakukan penetrasi ke gawang Persisam.

Dukungan serangan pun dilakukan pemain pengganti, Wildansyah. Menit 87, Wildansyah pun menciptakan peluang. Namun umpan Miljan tersebut, mampu lebih dulu diamankan kiper Wawan.

Saat laga menyisakan dua menit lagi, Rahmat Afandi dimasukkan menggantikan pencetak dua gol. Airlangga Sutjipto yang tampak mulai kelelahan.

Selang satu menit, Persib kembali medapatkan hadiah tendangan bebas hanya beberapa meter tepa di depan kota penalti. Bola yang meluncur kencang ke pojok kiri gawang, tak mampu digawai Wawan. Persib pun unggul 3-1 atas tamunya Persisam.

Persib kembali menambah keunggulan, satu menit berselang lewat striker pengganti Rahmat Afandi pada menit 89. tendangan kaki kiri Afandi memanfaatkan bola liar hasil sundulan Gonzales menembus jala gawang Persisam. Persib akhirnya unggul 4-1 hingga peluit akhir babak kedua ditiup, satu menit kemudian.


Tuesday, April 12, 2011

Gonzales Sudah Lupakan Tragedi Umpatan Monyet


Masih ingat tragedi kartu merah yang didapat penyerang Persib Cristian Gonzales saat dijamu Persisam Samarinda pada putaran pertama LSI 2010/2011, 20 Januari 2011 silam?

Akibat harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-75, Maung Bandung akhirnya harus pulang dengan kepala tertunduk setelah gol Pavel Solomin menit 85 memupuskan ambisi Persib mencuri poin. Persisam pun unggul tipis atas tim tamu 1-0.

Kekalahan tersebut diduga karena kartu merah yang didapat Gonzales yang kesal dengan ulah wasit. Saat itu, wasit dianggapnya terlalu memihak tuan rumah. Kata-kata kotor dan umpatan 'monyet' disebut-sebut meluncur dari mulut El Loco kepada wasit Suharno. Tak pelak, sang pengadil pun langsung mengacungkan kartu merah.

Mengingat tragedi tersebut, Gonzales mengaku tak dendam meski Rabu (13/4/2011) ini ia harus berhadapan dengan tim yang sempat membuat pendukung Persib kecewa.

"Tidak masalah, soal itu sudah saya lupakan. Yang pasti saya akan berusaha bermain lebih keras," singkatnya di Stadion Siliwangi seusai latihan, Selasa (12/4/2011).

Menyangkut pertemuannya dengan mantan sahabatnya semasa masih berkostum Persik Kediri Ronald Fagundes, pemain bernomor punggung 99 ini kembali menyebutnya tidak ada masalah. Menurutnya, Fagundes tahu karakter permainan dirinya begitupun sebaliknya.

"Fagundes sudah mengetik karakter permainan saya, begitupun sebaliknya saya tahu karekter permainan dia. Dan Fagundes juga pasti akan mematikn saya, tidak masalah. Yang pasti saya akan bekerja lebih maksimal, agar Persib memang," pungkasnya. [gin]

Gonzales Sudah Lupakan Tragedi Umpatan Monyet


Masih ingat tragedi kartu merah yang didapat penyerang Persib Cristian Gonzales saat dijamu Persisam Samarinda pada putaran pertama LSI 2010/2011, 20 Januari 2011 silam?

Akibat harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-75, Maung Bandung akhirnya harus pulang dengan kepala tertunduk setelah gol Pavel Solomin menit 85 memupuskan ambisi Persib mencuri poin. Persisam pun unggul tipis atas tim tamu 1-0.

Kekalahan tersebut diduga karena kartu merah yang didapat Gonzales yang kesal dengan ulah wasit. Saat itu, wasit dianggapnya terlalu memihak tuan rumah. Kata-kata kotor dan umpatan 'monyet' disebut-sebut meluncur dari mulut El Loco kepada wasit Suharno. Tak pelak, sang pengadil pun langsung mengacungkan kartu merah.

Mengingat tragedi tersebut, Gonzales mengaku tak dendam meski Rabu (13/4/2011) ini ia harus berhadapan dengan tim yang sempat membuat pendukung Persib kecewa.

"Tidak masalah, soal itu sudah saya lupakan. Yang pasti saya akan berusaha bermain lebih keras," singkatnya di Stadion Siliwangi seusai latihan, Selasa (12/4/2011).

Menyangkut pertemuannya dengan mantan sahabatnya semasa masih berkostum Persik Kediri Ronald Fagundes, pemain bernomor punggung 99 ini kembali menyebutnya tidak ada masalah. Menurutnya, Fagundes tahu karakter permainan dirinya begitupun sebaliknya.

"Fagundes sudah mengetik karakter permainan saya, begitupun sebaliknya saya tahu karekter permainan dia. Dan Fagundes juga pasti akan mematikn saya, tidak masalah. Yang pasti saya akan bekerja lebih maksimal, agar Persib memang," pungkasnya. [gin]

Persib vs Persisam : Maung Minus 3 Pilar


- Akibat cedera tak kunjung pulih, Markus Haris Maulana, Atep Ahmad Rizal dan Siswanto terpaksa kembali absen saat Persib menjamu Persisam Samarinda di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung, Rabu (13/4/2011).

Ketiga pemain pilar Maung Bandung itu masih dalam pemulihan cedera sejak sepekan lalu. Namun Persib akan kembali diperkuat gelandang Hariono yang sempat absen saat melawan Bontang FC, Sabtu (9/4/2011) lalu, lantaran sanksi akumulasi kartu kuning.

"Lawan Persisam, Markus, Atep dan Siswanto masih belum bisa main. Cedera mereka belum pulih," ujar pelatih Persib Daniel Roekito usai memimpin latihan di Stadion Siliwangi Selasa (12/4/2011).

Meski begitu, Daniel sedikit pun tidak merasa khawatir. Pasalnya dengan formasi baru 4-4-2, tanpa kehadiran ketiga pemain tersebut, Maung Bandung masih bisa memetik angka penuh dari Bontang FC, Sabtu (9/4/2011).

"Buat saya tidak masalah, masih ada pemain lainnya yang bisa diandalkan. Kami tetap optimistis tanpa ketiganya, Persib bisa kembali meraih hasil baik,' jelasnya.

Atep mulai cedera pergelangan kaki saat menjamu Persipura di di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, akhir Maret lalu. Adapun cedera paha Markus dan lutut Siswanto diderita saat menantang Arema di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jum'at awal April. [gin]