Showing posts with label INDONESIA. Show all posts
Showing posts with label INDONESIA. Show all posts

Thursday, April 21, 2011

Menpora: Patuhi FIFA, Tolak Kongres Tandingan


Berdasarkan surat keputusan yang disampaikan kepada Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar, FIFA tidak mengakui Komite Pemilihan yang dibentuk 14 April dan tetap melarang empat nama calon ketua umum.

Pada jumpa pers yang digelar di Kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga, Jumat (22/04/2011) siang, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Malarangeng mengatakan akan mematuhi keputusan FIFA yang menyatakan bahwa Komite Normalisasi (KN) sekaligus sebagai Komite Pemilihan (KP) dan menerima dan menetapkan adanya Komite Banding.

Namun disisi lain Andi menyesalkan keputusan FIFA melarang empat nama calon Ketua Umum PSSI.

"Tiga diantaranya empat nama tersebut mestinya dapat kesempatan untuk mencalonkan diri, namum itu sudah diputuskan oleh FIFA, dan kami harus patuhi," kata Andi.

Andi menambahkan Pemerintah tidak akan mendukung adanya Kongres Tandingan, karena pemerintah tetap konsisten dengan keputusan yang telah ditetapkan oleh FIFA.

"Kami tidak akan mendukung Kongres Tandingan, jika ada siapapun yang berpikiran untuk menggelar Kongres Tandingan maka Pemerintah tidak akan mendukung," tegas Andi.

Andi berharap Komite Normalisasi dapat menjalankan tugas-tugasnya sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku agar dapat terlaksananya Kongres 20 Mei mendatang.

"Semoga KN dapat menjalankan kongres pada tanggal 20 Mei mendatang dengan baik, agar kita mendapatkan pengurus yang berkualitas yang bisa membawa kejayaan dan bangkitnya sepakbola Indonesia sehingga memenuhi harapan kira semua," tutupnya.

Empat orang yang yang dilarang Fifa untuk mencalonkan diri adalah Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta. Keempatnya dilarang maju karena FIFA menghormati keputusan Komite Banding sebelumnya yang menganulir pencalonan keempatnya.[yob]

Sutiyoso Mantap Maju Sebagai Calon Ketum PSSI


Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso memantapkan dirinya untuk maju dalam pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015. Sikap ini ditegaskan setelah Komite Normalisasi memutuskan akan mentaati keputusan FIFA siang tadi.

"Besok (Jumat), Persija Jakarta dan The Jakmania akan mengantarkan langsung berkas pencalonan saya ke kantor PSSI," kata Sutiyoso saat dihubungi Kamis, 21 April 2011.

Namun demikian, Bang Yos--begitu Sutiyoso disapa--tidak akan ikut hadir saat mereka menyerahkan formulir pencalonannya tersebut. Pria yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 1997-2007 itu mengatakan harus tampil sebagai pembicara di sebuah acara.

Sebelumnya, Sutiyoso memilih tak buru-buru mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai calon ketua umum. Mantan Ketua Umum PBSI itu memilih menunggu keputusan final dari FIFA terkait status empat calon yang sebelumnya dilarang FIFA untuk tak lagi maju dalam bursa pemilihan karena telah dianulir oleh Komite Banding pada 28 Februari lalu. Mereka adalah Nurdin Halid, Nirwan D. Bakrie, George Toisutta, dan Arifin Panigoro.

Siang tadi, FIFA mengirimkan surat kepada Komite Normalisasi, kembali menegaskan sikapnya bahwa keempat calon itu tak boleh maju. Tak hanya sebagai ketua umum, FIFA bahkan melarang mereka dipilih sebagai anggota Komite Eksekutif PSSI sekalipun.

"Saya pikir semua harus menerima keputusan FIFA. Jangan sampai ada kongres tandingan," kata Bang Yos. "Kongres tandingan hanya membuat FIFA menghukum Indonesia dan timnas tidak akan bisa tampil di SEA Games 2011. Saya berharap, pihak yang berkubu-kubuan sebaiknya berfikir realistis saja."

Mengenai peluangnya pada pemilihan nanti, Sutiyoso mengaku optimistis. Dia hakulyakin akan mendapat banyak dukungan dari anggota PSSI. "Mereka sudah tahu lah track record saya di dunia olahraga. Saya pernah mengurus Persija, basket, bulutangkis, dan menembak. Kalau pemilihannya fair, saya pikir saya bisa dapat banyak dukungan," kata Bang Yos. (kd)

Pengurus PSSI Yang Diakui FifaTernyata Hanya 7 Orang


Permasalahan yang berlarut-larut merundung persepakbolaan Indonesia membuat FIFA memutuskan mengambil alih PSSI dengan membentuk Komite Normalisasi. Di FIFA, pengurus PSSI yang tercatat saat ini hanya tujuh orang. Siapa mereka?

Komite Darurat Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) pada 1 April ini memutuskan mengambil alih Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Secara konstitusional, tindakan otoritas sepakbola tertinggi sedunia itu punya landasan hukum, yakni Pasal 7 ayat (2) Statuta FIFA. Statuta itulah yang menjadi konstitusi yang mengikat 202 anggota FIFA di seluruh penjuru bumi.

Pengambialihan itu terkait dengan kegagalan pengurus PSSI 2007-2011 pimpinan Nurdin Halid yang berakhir bulan ini untuk menyelenggarakan kongres pembentukan pengurus baru atau Komite Eksekutif PSSI 2011-2015 yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota.

Kongres itu sedianya digelar 26 Maret silam di Pekanbaru, Riau. Karena ricuh, PSSI ketika itu membatalkan kongres tersebut, kemudian melaporkan hal itu kepada FIFA.

Sekelompok yang mengklaim didukung 78 pemilik suara PSSI dengan dukungan sekelompok tentara “mengkudeta” kongres dan melanjutkannya sesuai dengan agenda mereka. Namun, FIFA menganggap kongres itu tidak pernah ada atau tidak terlaksana.

Kegagalan pengurus lama menangani Liga Primer Indonesia (LPI) yang oleh FIFA disebut liga sempalan juga menjadi pertimbangan pengambilalihan PSSI oleh otoritas sepakbola dunia itu.

Setelah mengambil alih dan membentuk Komite Normalisasi, FIFA dalam surat resminya tertanggal 4 April 2011 menunjuk Agum Gumelar menjadi ketua Komite dan tujuh lainnya sebagai anggota. Tujuh orang itu ialah Direktur Badan Liga Indonesia Joko Driyono yang belakangan sekaligus merangkap sebagai Pelaksana Tugas Sekjen PSSI, Ketua Pengurus Provinsi JawaTengah PSSI Sukawi Sutarip, Direktur Arema FC Siti Nuzanah, Ketua Persis Solo FC Hadi Rudiatmo, Ketua Persik Kediri FC Samsul Ashar, Ketua Pengprov Banten PSSI Satim Sofyan, dan Ketua PSPS Pekanbaru Dityo Pramono.

Tugas inti Komite ialah menjalankan kepengurusan PSSI sampai terbentuk pengurus baru melalui kongres, menyiapkan dan menyelenggarakan kongres pemilihan pengurus baru yang kini telah dijadwalkan pada 20 Mei nanti, dan mengendalikan LPI di bawah PSSI atau, jika tidak bisa, segera menghentikannya.

Kini, tujuh orang terdaftar sebagai pengurus PSSI di FIFA. Siapa saja mereka? Berikut nama yang terdaftar di FIFA berdasarkan hasil pantauan terhadap situs resmi FIFA di fifa.com, Kamis siang (21/4/2011):

Ketua Umum : Agum Gumelar
Sekretaris Jenderal : Joko Driyono
Bendahara : Achsanul Qosasih
Pelatih : Alfred Riedl (Austria)
Media Officer : Barry Sihotang
Koordinator Futsal : Ferry Paulus
Koordinator Wasit : Togar Manahan Nero.

Dalam situsnya itu, FIFA mengakui PSSI berdiri pada 1930, namun baru terafiliasi dengan induk organisasi sepakbola dunia itu pada 1952. [but]

Agum: Terimalah Keputusan FIFA dengan Lapang Dada , Toisutta-panigoro !!!


Menyusul keluarnya keputusan dari FIFA seputar pembentukan Komite Pemilihan dan pencalonan empat nama yang sudah dilarang sebelumnya, Agum Gumelar meminta semua pihak menerimanya dengan lapang dada.

Ketua Komite Normalisasi Agum, yang baru tiba di Jakarta pagi tadi pukul 09.30 WIB setelah pertemuan dengan presiden FIFA Sepp Blatter di Zurich, Swiss, 19 April lalu, mengumumkan surat keputusan dari FIFA yang ditandatangani sekretaris jenderal FIFA Jerome Valcke.

Hasilnya, empat nama yang sudah digugurkan Komite Banding sebelumnya, Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan Bakrie dan Nurdin Halid tetap dilarang maju sebagai calon ketua umum maupun posisi di Komite Eksekutif PSSI yang lain.

FIFA juga tidak mengakui pembentukan Komite Pemilian 14 April silam lewat kongres dadakan. Namun FIFA tetap mengakui Komite Banding Pemilihan yang dibentuk lewat kongres yang sama.

"Pertama, Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada saudara Nurdin Halid yang telah memberikan pengertian dengan menerima keputusan FIFA. Terima kasih kepada saudara Nurdn," ucapnya saat jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 21/4/11.

"Kedua, Saya harus minta maaf sebesar-besarnya kepada Nirwan Bakrie, dimana upaya saya agar beliau tetap masuk dalam pencalonan tidak diterima oleh FIFA. saya tahu saudara Nirwan adalah orang yang telah menyumbangkan pikiran dan perbuatannya untuk sepak bola nasional. Tetapi terimalah hasil ini dengan lapang dada," tambahnya.

"Ketiga, kepada George Toisutta. Mungkin orang yang menyampaikan keinginan agar George Toisutta bisa menjadi ketum PSSI adalah saya. Jauh sebelum pemilihan saya yang bilang, 'Bung George, siap-siap, deh jadi ketua umum. Upaya besar saya agar pak Goerge lolos ternyata tidak berhasil. Saya yakin sebagai jenderal TNI, seorang prajurit besar dengan kebesaran jiwanya bisa menerima keputusan ini. Walaupun sampai detik ini saya masih mempertanyakan apa salahnya Pak George."

"Tetapi saya yakin nanti tenaga pak George akan dibutuhkan untuk yang lain."

"Keempat, Kepada Arifin, sahabat saya saat masih di bangku sekolah. Beliau memberikan sumbangsih di sepak bola dengan Liga Medco-nya. Betul-betul beliau banyak memberikan, tetapi dengan keputusan ini dia tidak bisa maju."

"Tetapi saya harap pak Arifin tetap memberikan sumbangsihnya untuk olahraga lainnya, dunia golf," ajaknya kepada Arifin, yang juga menjabat sebagai ketua umum Persatuan Golf Indonesia.

Agum juga mengajak seluruh masyarakat sepak bola, agar memberikan dukungan kepadanya untuk memperbaiki sepak bola nasional dan menjadikan sepak bola di masa mendatang lebih baik daripada sekarang.

Sementara itu, kepada kelompok yang terdiri dari 78 suara anggota PSSI, yang selama ini mendorong KN untuk membentuk Komite Pemilihan dan memajukan Arifin Panigoro serta George Toisutta, Agum juga mengajak pihak tersebut untuk tidak menanggapinya dengan emosional.

"Kepada pemegang hak suara, saya mohon, terimalah keputusuan pahit ini dengan rasa tawakal. Jauhi sifat emosional, karena perasaan emosional bisa membuat keadaan jauh lebih buruk dari keadaan sebelumnya."

"Kepada Harbiansyah Hanafi, Saleh Mukadar, Wisnu Wardhana dan yang lain, mari kita bekerja sama agar sepak bola bisa menjadi lebih baik dari sekarang. Diamanapun rasa emosional bisa merusak langkah-langkah selanjutnya."

Agum kemudian mengutip kata-kata mutiara dari jenderal Wismoyo Arismunandar. "Warisan dari sepak bola adalah kesepakatan. karena itu mari semuanya melupakan hiruk pikuk ini, dan dengan semangat rekonsiliasi demi sepak bola nasional, ayo kita bawa sepak bola ini kepada era yang baru," tandasnya.

Keputusan Resmi FIFA: Empat Orang Tetap Dilarang



Berdasarkan surat keputusan yang disampaikan kepada Ketua Komite Normalisasi PSSI Agum Gumelar, FIFA tidak mengakui Komite Pemilihan yang dibentuk tanggal 14 April dan tetap melarang empat nama calon ketua umum.

Pada jumpa pers yang digelar Kamis (21/4/11) siang, Agum seorang diri menyampaikan keputusan FIFA setelah dia menemui pejabat otoritas sepakbola dunia itu di markas besar mereka di Zurih, Swiss, Selasa (19/4/2011).

"Saya merasa lesu, sebab FIFA tetap tegas. Mereka tetap berpegang pada keputusan semula," ujar mantan Ketua Umum PSSI tersebut.

Dalam surat keputusan yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Jerome Valcke tersebut, ada keringanan tetapi ada juga keputusan yang justru semakin memberatkan. Keringanan diberikan FIFA seputar pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.

"Ada keringanan. Hasil kongres tanggal 14 (April), yang diakui FIFA hanyalah Komite Banding. Mengenai Komite Pemilihan, FIFA tetap berpegang pada surat tanggal 4 April (2011) bahwa Komite Pemilihan tetap dipegang oleh Komite Normalisasi," lanjutnya.

"Dan dengan itu pula FIFA meminta laporan dari Komite Normalisasi mengenai Komite Pemilihan," imbuh Agum.

Menurut Agum, laporan yang dimaksud itu terkait struktur Komite Pemilihan, seperti ketua, wakil, dan anggotanya.

"Dan yang sangat penting. Saya tidak bisa memperjuangkan keempat orang ini. Dan tambahannya lebih berat lagi, empat orang ini tidak hanya dilarang maju sebagai ketua umum, tetapi juga tidak boleh menjadi anggota Exco (Komite Eksekutif PSSI)," jelas Agum.

Empat orang yang dimaksud adalah Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, Arifin Panigoro, dan George Toisutta. Keempatnya dilarang maju karena FIFA menghormati keputusan Komite Banding sebelumnya yang menganulir pencalonan keempatnya.

Menurut Agum, surat FIFA baru diterima hari ini, beberapa jam sebelum konferensi pers pukul 15.30 dimulai. [nic]

Wednesday, April 20, 2011

Inilah Daftar Bursa Calon Pengurus PSSI 2011-2015


Bursa persaingan menuju tampuk kekuasaan PSSI kian memanas setelah muncul sejumlah nama baru yang berpotensi menjadi ‘kuda hitam’ dalam kongres mendatang 20 Mei nanti.

Berdasarkan pantauan terakhir di situs resmi PSSI (Kamis, 21/4/2011), nama George Toissutta dan Arifin Panigoro masih bercokol di daftar bakal calon anggota Komite Eksekutif PSSI 2011-2015 yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, dan sembilan anggota.

George Toissutta dicalonkan oleh 70 anggota PSSI sebagai bakal calon ketua umum PSSI, sedangkan Arifin Panigoro diusung 68 anggota PSSI untuk mengisi kursi wakil ketua umum PSSI periode mendatang.

Namun, kemungkinan besar dukungan besar yang diperoleh kedua nama ini bakal terpecah ke sejumlah nama lainnya. Hal itu terjadi menyusul keputusan FIFA yang tetap menolak dua nama yang telah dibatalkan dicalonkan pada Kongres PSSI di Pekanbaru, Riau, 26 Maret itu. FIFA telah melarang George Toisutta dan Arifin Panigoro bersama Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie dicalonkan kembali.

Keputusan FIFA itu diperoleh setelah Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar bertemu para pejabat FIFA di Zurich, Swiss, Selasa (19/4/2011).

Bertolak dari keputusan tersebut, besar peluang bagi nama-nama baru untuk muncul ke permukaan. Sejumlah nama yang belakangan santer mencuat ialah eks Ketua Komite Pemilihan Syarif Bastaman, Ketua HIPMI Erwin Aksa, dan Ketua Umum Persigo Gorontalo Adhan Dambea.

Ketiga nama itu muncul beriringan dengan pernyataan tegas Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengenai pencalonan empat nama yang dilarang oleh FIFA. Keempat nama itu ialah, Nurdin Halid, Nirwan Dermawan Bakrie, Arifin Panigoro dan George Toissutta.

Berikut daftar lengkap nama yang telah dicalonkan oleh anggota PSSI menuju kursi Komite Eksekutif PSSI periode 2011-2015.

Bakal Calon Ketua Umum:

No. Nama Suara

1 H Adhan Dambea S.sos, MA 2

2 Adhyaksa Dault 1

3 ST. Diza Rayid Ali 1

4 Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin 1

5 Drs. H. Wahidin Halim, M.Si 1

6 George Toisutta 70 (Dilarang oleh FIFA)

7 Agusman Effendi 2

8 Syarif Bastaman 4

9 Dr.H. Oesman Sapta 1

10 Erwin Aksa 3

Bakal Calon Wakil Ketua Umum:

No. Nama Suara

1 H. G.H. Sutejo SH, MH 2

2 Agusman Effendi 1

3 H Adhan Dambea S.sos, MA 1

4 Nirwan D. Bakrie 2 (Dilarang oleh FIFA)

5 Drs. H. Wahidin Halim, M.Si 1

6 Arifin Panigoro 68 (Dilarang oleh FIFA)

7 Bernard Limbong 1

8 Syarif Bastaman 4

9 Joko Driyono 1

10 Rahim Soekasah 1

11 Erwin Aksa 2

Bakal Calon Anggota:

No. Nama Suara

1 H. G.H. Sutejo SH, MH 1

2 Ir. H. Zulfadhli 1

3 H Zainuddin Hamid 1

4 Ibnu Munzir 1

5 H Adhan Dambea S.sos, MA 2

6 Choking Susilo Sakeh 1

7 ST. Diza Rasyid Ali 1

8 H. Husni E. Hasibuan SE, MSi 1

9 Drs. H. Wahidin Halim, M.Si 1

10 H Firmandez 4

11 Bernard Limbong 6

12 Bob Hippy 2

13 Robertho Rouw 2

14 Arifin Panigoro 1 (Dilarang oleh FIFA)

15 Mafirion 2

16 Dr. Sihar Sitorus, BSBA, MBA 12

17 Irawadi D. Hanafi 1

18 Herman Chaniago 1

19 La Nyalla M. Mattalitti 3

20 H Subardi 2

21 Hinca IP Pandjaitan 4

22 Arsadianto Rahman 1

23 Prof. Dr. Ir. Djohar Arifin Husin 5

24 Tri Goestoro 3

25 Farid Rahman 6

26 H Fadeli, SH, MM 1

27 Jhon Richard Banua 1

28 Tuty Dau 3

29 Togar Manahan Nero 1

30 IGK Manila 2

31 Erwin Aksa 1

32 Saleh Mukadar 2

33 Tondo Widodo 1

34 H Umuh Muchtar 1

35 Ir. Widodo Santoso, MBA 3

36 Hadiyandra 1

37 Andi Rukman 1

38 Habil Marati SE 1

Monday, April 11, 2011

Setelah Mundur, Nugraha Besoes Asuh Cucu


Nugraha Besoes mengaku sudah tak lagi menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI. Setelah mundur, Nugraha mengaku fokus ke mengasuh cucu.

Seperti diketahui, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengumumkan Nugraha Besoes tak lagi menjabat sebagai Sekjen PSSI. Posisi yang akrab disapa Kang Nug itu, sementara waktu akan digantikan oleh Djoko Driyono.

"Saya sudah menandatangani satu keputusan untuk menon-aktifkan Nugraha Besoes, berdasarkan surat pengunduran diri Beliau," demikian pernyataan Agum kepada wartawan mengenai Kang Nug.

Mendengar berita mengejutkan itu, sejumlah wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kang Nug mengenai berita itu. Akhirnya, Kang Nug mengaku sudah tidak menjabat lagi sebagai Sekjen PSSI per hari ini. "Pertimbangannya adalah for the shake of Indonesia football," tegas Kang Nug.

Setelah ini, Kang Nug mau ngapain? "Pulang ke rumah, terus saya ingin mengasuh cucu," tandasnya kepada sejumlah wartawan di kantor PSSI, Senin (11/4/2011).

Sementara itu, Agum Gumelar membantah Komite Normalisasi memecat Kang Nug. "Beliau sudah bekerja keras selama ini, ya kita harus hargai keputusan Beliau. Tidak ada istilah pemecatan dan tidak ada hak KN memecat seseorang," pungkas Agum.

(hmr)

Setelah Mundur, Nugraha Besoes Asuh Cucu


Nugraha Besoes mengaku sudah tak lagi menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI. Setelah mundur, Nugraha mengaku fokus ke mengasuh cucu.

Seperti diketahui, Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar mengumumkan Nugraha Besoes tak lagi menjabat sebagai Sekjen PSSI. Posisi yang akrab disapa Kang Nug itu, sementara waktu akan digantikan oleh Djoko Driyono.

"Saya sudah menandatangani satu keputusan untuk menon-aktifkan Nugraha Besoes, berdasarkan surat pengunduran diri Beliau," demikian pernyataan Agum kepada wartawan mengenai Kang Nug.

Mendengar berita mengejutkan itu, sejumlah wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kang Nug mengenai berita itu. Akhirnya, Kang Nug mengaku sudah tidak menjabat lagi sebagai Sekjen PSSI per hari ini. "Pertimbangannya adalah for the shake of Indonesia football," tegas Kang Nug.

Setelah ini, Kang Nug mau ngapain? "Pulang ke rumah, terus saya ingin mengasuh cucu," tandasnya kepada sejumlah wartawan di kantor PSSI, Senin (11/4/2011).

Sementara itu, Agum Gumelar membantah Komite Normalisasi memecat Kang Nug. "Beliau sudah bekerja keras selama ini, ya kita harus hargai keputusan Beliau. Tidak ada istilah pemecatan dan tidak ada hak KN memecat seseorang," pungkas Agum.

(hmr)

Nugraha Besoes Resmi Mundur


Setelah bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI, akhirnya Nugraha Besoes secara resmi mengundurkan diri dalam kepengurusan badan sepakbola di Indonesia.

Hal ini seperti diutarakan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011). Agum mengaku, pria yang akrab disapa Kang Nug itu telah menandatangani surat pengunduran diri.

"Saya sudah menandatangani satu keputusan untuk menon-aktifkan Nugraha Besoes, berdasarkan surat pengunduran diri Beliau," demikian pernyataan Agum kepada wartawan mengenai Kang Nug.

Sebagai gantinya, Agum menunjuk Djoko Driyono sebagai penggantinya. KN mengangkat Joko Driyono sebagai acting Sekjen dan Johar Arifin sebagai acting Wakil Sekjen. Sebagai pengendalian tugas keseharian kepengurusan," tegas mantan Ketum PSSI itu.

"Keputusan berikutnya, semua kompetisi tetap berlangsung dan kami akan tetap mengontrolnya," tandasnya.
(hmr)

Nugraha Besoes Resmi Mundur


Setelah bertahun-tahun menjabat sebagai Sekretaris Jendral PSSI, akhirnya Nugraha Besoes secara resmi mengundurkan diri dalam kepengurusan badan sepakbola di Indonesia.

Hal ini seperti diutarakan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2011). Agum mengaku, pria yang akrab disapa Kang Nug itu telah menandatangani surat pengunduran diri.

"Saya sudah menandatangani satu keputusan untuk menon-aktifkan Nugraha Besoes, berdasarkan surat pengunduran diri Beliau," demikian pernyataan Agum kepada wartawan mengenai Kang Nug.

Sebagai gantinya, Agum menunjuk Djoko Driyono sebagai penggantinya. KN mengangkat Joko Driyono sebagai acting Sekjen dan Johar Arifin sebagai acting Wakil Sekjen. Sebagai pengendalian tugas keseharian kepengurusan," tegas mantan Ketum PSSI itu.

"Keputusan berikutnya, semua kompetisi tetap berlangsung dan kami akan tetap mengontrolnya," tandasnya.
(hmr)

Sunday, April 10, 2011

Karier Nurdin di Sepakbola Game Over


Karier mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di bidang sepakbola tampaknya telah tamat. Segala posisi yang berusaha direbutnya ternyata gagal diraih.

Pada kongres Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), Minggu (10/4/2011) kemarin, HRH Sultan Haji Ahmad Shah terpilih secara aklamasi. Sebelumnya, kandidat Presiden AFF ada tiga orang. Selain Ahmad, ada juga Dato Worawi Makudi dan Nurdin Halid.

Menjelang pemilihan, Worawi mengundurkan diri. Sedangkan Nurdin Halid, karena dinilai melanggar Statuta FIFA, pencalonannya digugurkan. Padahal, Nurdin sedianya tidak hanya maju dalam memperebutkan posisi Presiden AFF. Dia juga mendaftar untuk posisi Wakil Presiden AFF. Di kedua posisi tersebut, Nurdin merupakan calon tunggal dari Indonesia.

Kegagalan Nurdin ini menambah panjang keterpurukkannya dalam bersaing di birokrasi sepakbola pada tahun 2011 ini. Sebelumnya, Nurdin merupakan calon tunggal dari Indonesia untuk posisi Exco AFC. Sayangnya, dalam perhitungan suara pada bulan Januari 2011 lalu, Nurdin Halid hanya mendapatkan 21 suara.

Nurdin kalah dengan calon lain, yakni Winstong Lee Boo Aun (Singapura) yang mendapat nilai 33 suara. Calon Tran Quoc Tuan (Vietnam) yang mendapat 30 suara. Bahkan, kalah oleh Zaw Zaw (Myanmar) mendulang 23 suara.

Nasib serupa terjadi di tanah air. Nurdin Halid gagal mempertahankan posisi Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015. Karena pernah masuk penjara, FIFA menganulir pencalonan Nurdin. Padahal, nama Nurdin sempat diusulkan oleh mayoritas anggota PSSI. Dari jumlah 100 anggota, sebanyak 81 pemilik suara mengajukan nama Nurdin Halid.

Kini, tidak ada yang tahu rencana Nurdin Halid di sepakbola. Sebelum masuk jajaran petinggi PSSI, dia merupakan manajer PSM Makassar. Sayangnya, Nurdin juga sulit kembali ke PSM karena klub yang pernah dibesarkannya itu telah mundur dari ISL dan beralih ke LPI. [but]

Karier Nurdin di Sepakbola Game Over


Karier mantan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid di bidang sepakbola tampaknya telah tamat. Segala posisi yang berusaha direbutnya ternyata gagal diraih.

Pada kongres Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF), Minggu (10/4/2011) kemarin, HRH Sultan Haji Ahmad Shah terpilih secara aklamasi. Sebelumnya, kandidat Presiden AFF ada tiga orang. Selain Ahmad, ada juga Dato Worawi Makudi dan Nurdin Halid.

Menjelang pemilihan, Worawi mengundurkan diri. Sedangkan Nurdin Halid, karena dinilai melanggar Statuta FIFA, pencalonannya digugurkan. Padahal, Nurdin sedianya tidak hanya maju dalam memperebutkan posisi Presiden AFF. Dia juga mendaftar untuk posisi Wakil Presiden AFF. Di kedua posisi tersebut, Nurdin merupakan calon tunggal dari Indonesia.

Kegagalan Nurdin ini menambah panjang keterpurukkannya dalam bersaing di birokrasi sepakbola pada tahun 2011 ini. Sebelumnya, Nurdin merupakan calon tunggal dari Indonesia untuk posisi Exco AFC. Sayangnya, dalam perhitungan suara pada bulan Januari 2011 lalu, Nurdin Halid hanya mendapatkan 21 suara.

Nurdin kalah dengan calon lain, yakni Winstong Lee Boo Aun (Singapura) yang mendapat nilai 33 suara. Calon Tran Quoc Tuan (Vietnam) yang mendapat 30 suara. Bahkan, kalah oleh Zaw Zaw (Myanmar) mendulang 23 suara.

Nasib serupa terjadi di tanah air. Nurdin Halid gagal mempertahankan posisi Ketua Umum PSSI untuk periode 2011-2015. Karena pernah masuk penjara, FIFA menganulir pencalonan Nurdin. Padahal, nama Nurdin sempat diusulkan oleh mayoritas anggota PSSI. Dari jumlah 100 anggota, sebanyak 81 pemilik suara mengajukan nama Nurdin Halid.

Kini, tidak ada yang tahu rencana Nurdin Halid di sepakbola. Sebelum masuk jajaran petinggi PSSI, dia merupakan manajer PSM Makassar. Sayangnya, Nurdin juga sulit kembali ke PSM karena klub yang pernah dibesarkannya itu telah mundur dari ISL dan beralih ke LPI. [but]

MR Kambu Siap Maju Jadi Calon Ketum PSSI


Bursa calon ketua umum PSSI bertambah ramai setelah ketua umum Persipura Jayapura menyatakan keinginannya untuk maju. MR Kambu menyatakan siap jika dapat dukungan dari klub dan Pengprov PSSI.

Kepada wartawan di Jayapura, Kambu menerangkan bahwa keinginannya untuk maju bukan suatu ambisi untuk duduk dalam jabatan organisasi sepak bola tertinggi di tanah air. Melainkan, adanya tujuan dan keinginan untuk mengangkat prestasi sepak bola Indonesia.

"Terutama prestasi kita (Indonesia) di tingkat Asia. Bagaimana Indonesia mau mimpi tampil di Piala Dunia, kalau di level Asia tenggara saja masih terseok-seok," tandasnya kepad pers, Minggu (10/4/2011).

Mantan Walikota Jayapura yang pernah membawa Persipura menjadi juara tersebut juga berjanji bakal memperbaiki kualitas sepak bola Indonesia manakala dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI yang baru.

"Intinya, saya siap untuk maju menjadi kandidat Ketua Umum PSSI. Sudah waktunya PSSI dipimpin oleh orang Papua," tandasnya.

( din / mfi )

MR Kambu Siap Maju Jadi Calon Ketum PSSI


Bursa calon ketua umum PSSI bertambah ramai setelah ketua umum Persipura Jayapura menyatakan keinginannya untuk maju. MR Kambu menyatakan siap jika dapat dukungan dari klub dan Pengprov PSSI.

Kepada wartawan di Jayapura, Kambu menerangkan bahwa keinginannya untuk maju bukan suatu ambisi untuk duduk dalam jabatan organisasi sepak bola tertinggi di tanah air. Melainkan, adanya tujuan dan keinginan untuk mengangkat prestasi sepak bola Indonesia.

"Terutama prestasi kita (Indonesia) di tingkat Asia. Bagaimana Indonesia mau mimpi tampil di Piala Dunia, kalau di level Asia tenggara saja masih terseok-seok," tandasnya kepad pers, Minggu (10/4/2011).

Mantan Walikota Jayapura yang pernah membawa Persipura menjadi juara tersebut juga berjanji bakal memperbaiki kualitas sepak bola Indonesia manakala dirinya terpilih menjadi Ketua Umum PSSI yang baru.

"Intinya, saya siap untuk maju menjadi kandidat Ketua Umum PSSI. Sudah waktunya PSSI dipimpin oleh orang Papua," tandasnya.

( din / mfi )

Friday, April 8, 2011

Joko Driyono : Nurdin Masih Punya Peluang


Kemarin Komite Normalisasi (KN) kembali mengadakan pertemuan di kantor PSSI. Tapi lagi-lagi pertemuan ini hanya diikuti empat anggota. Yaitu Joko Driyono ) CEO PT Liga Indonesia), Siti Nurzanah ( Arema Indonesia), Dityo Promono (PSPS Pekanbaru), dan Satim Sofyan ( Ketua Pengprov PSSI Banten). Tiga anggota KN, Sukawi Sutarip (Ketua Pengprov PSSI Jateng), Hadi Rudiatmo (Persis Solo), Samsul Azhar ( Persik Kediri), dan ketua KN Agum Gumelar tidak datang.

Kembali tidak kompletnya formasi KN itu tentu saja menimbulkan tanda tanya. Sebab, waktu yang diberikan FIFA tidak panjang. Sementara banyak hal penting yang harus diselesaikan secara tim.

"Tidak masalah kami tidak bertatap muka secara langsung. Kami selalu berkomunikasi. Secara intens. Tim ini bekerja dengan baik," kata Joko Driyono. "Tidak masalah jika ada anggota tidak datang karena ini bukan forum pleno," sambungnya.

Menurut Joko pertemua kemarin masih membahas PSSI Electoral Code atau Peraturan Organisasi (PO) PSSI. Tadi malam hasil penyusunan PO itu diplenokan dengan semua tim termasuk ketua Agum Gumelar. Setelah itu PO akan dikirimkan ke FIFA.

Menyikapi adanya beda tafsir surat yang dikirim FIFA 4 April lalu dengan Komite Pemilihan (KP) hasil kongres 26 Maret di Pekanbaru Riau, KN akan mengadakan pertemuan dengan pemilik suara pada 16 April mendatang. "Dari situ akan kita ambil kebijakan-kebijakan penting," ungkap Joko.

KN kemarin membuka suara terkait adanya surat Departemen Media FIFA kepada media di Jakarta. Dalam surat tersebut dinyatakan jika FIFA menyerahkan semua keputusan kepada KN mengenai boleh atau tidaknya empat calon (Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Nurdin Halid) maju sebagai calon Ketum PSSI, Waketum, dan anggota Exco 2011-2015.

"This must be decided by the PSSI normalization committee according to PSSI statutes. The PSSI statutes do not make any difference between candidatures for President and candidature for the Executive Committee." Demikian bunyi surat yang dikirim Departemen Media FIFA menjawab pertanyaan media Indonesia.

Padahal pada surat FIFA yang dirilis 4 April lalu jelas-jelas disebutkan jika empat bakal calon yang ditolak oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011, yaitu Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro, tidak bisa lagi menjadi kandidat Ketum PSSI.

"Itu bukan rilis resmi FIFA. Kita hanya merujuk pada direksi FIFA pada 4 April lalu. Bukan yang lain. Selain itu ( surat FIFA 4 April), selebihnya tidak jadi referensi kami," beber Joko Driyono.

Mengenai Liga Primer Indonesia (LPI) yang menjadi salah satu tugas KN untuk membereskannya, KN menjadwalkan melakukan hearing dengan semua yang terkait dalam dua pekan ke depan. (ali)

Joko Driyono : Nurdin Masih Punya Peluang


Kemarin Komite Normalisasi (KN) kembali mengadakan pertemuan di kantor PSSI. Tapi lagi-lagi pertemuan ini hanya diikuti empat anggota. Yaitu Joko Driyono ) CEO PT Liga Indonesia), Siti Nurzanah ( Arema Indonesia), Dityo Promono (PSPS Pekanbaru), dan Satim Sofyan ( Ketua Pengprov PSSI Banten). Tiga anggota KN, Sukawi Sutarip (Ketua Pengprov PSSI Jateng), Hadi Rudiatmo (Persis Solo), Samsul Azhar ( Persik Kediri), dan ketua KN Agum Gumelar tidak datang.

Kembali tidak kompletnya formasi KN itu tentu saja menimbulkan tanda tanya. Sebab, waktu yang diberikan FIFA tidak panjang. Sementara banyak hal penting yang harus diselesaikan secara tim.

"Tidak masalah kami tidak bertatap muka secara langsung. Kami selalu berkomunikasi. Secara intens. Tim ini bekerja dengan baik," kata Joko Driyono. "Tidak masalah jika ada anggota tidak datang karena ini bukan forum pleno," sambungnya.

Menurut Joko pertemua kemarin masih membahas PSSI Electoral Code atau Peraturan Organisasi (PO) PSSI. Tadi malam hasil penyusunan PO itu diplenokan dengan semua tim termasuk ketua Agum Gumelar. Setelah itu PO akan dikirimkan ke FIFA.

Menyikapi adanya beda tafsir surat yang dikirim FIFA 4 April lalu dengan Komite Pemilihan (KP) hasil kongres 26 Maret di Pekanbaru Riau, KN akan mengadakan pertemuan dengan pemilik suara pada 16 April mendatang. "Dari situ akan kita ambil kebijakan-kebijakan penting," ungkap Joko.

KN kemarin membuka suara terkait adanya surat Departemen Media FIFA kepada media di Jakarta. Dalam surat tersebut dinyatakan jika FIFA menyerahkan semua keputusan kepada KN mengenai boleh atau tidaknya empat calon (Arifin Panigoro, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Nurdin Halid) maju sebagai calon Ketum PSSI, Waketum, dan anggota Exco 2011-2015.

"This must be decided by the PSSI normalization committee according to PSSI statutes. The PSSI statutes do not make any difference between candidatures for President and candidature for the Executive Committee." Demikian bunyi surat yang dikirim Departemen Media FIFA menjawab pertanyaan media Indonesia.

Padahal pada surat FIFA yang dirilis 4 April lalu jelas-jelas disebutkan jika empat bakal calon yang ditolak oleh Komite Banding PSSI pada 28 Februari 2011, yaitu Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan Bakrie, dan Arifin Panigoro, tidak bisa lagi menjadi kandidat Ketum PSSI.

"Itu bukan rilis resmi FIFA. Kita hanya merujuk pada direksi FIFA pada 4 April lalu. Bukan yang lain. Selain itu ( surat FIFA 4 April), selebihnya tidak jadi referensi kami," beber Joko Driyono.

Mengenai Liga Primer Indonesia (LPI) yang menjadi salah satu tugas KN untuk membereskannya, KN menjadwalkan melakukan hearing dengan semua yang terkait dalam dua pekan ke depan. (ali)

Monday, March 28, 2011

Kisruh PSSI , Arema Anggap Pemerintah Tidak Adil


Sejak pemerintah melalui Menteri Pemuda dan olahraga (Menpora) Andi Alfian Malaranggeng tidak lagi pengakui kepemimpinan Nurdin Halid sebagai Ketum PSSI dan Nugroho Besoes sebagai Sekjen PSSI, dirasa sangat mempengaruhi kondisi klub yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL).

Hal itu dirasakan klub kesayangan Aremania. Selain cukup mengganggu, juga dinilai kebijakan yang diambil pemerintah sangat tidak adil dan bijaksana.

"Pemerintah saya lihat sangat tidak adil membuat kebijakan tidak mengakui kepeminpinan Nurdin Halid dan Nugroho Besoes," kata Ketua Pelaksana Harian PT Arema Indonesia Abriadi Muhara, Selasa (29/03/2011), saat dihubungi via telepon.

Seharusnya pemerintah menjadi penengah dalam kasus PSSI ini. "Dengan keputusan pemerintah itu yang dirugikan adalah Arema, Persipura dan Sriwijaya FC yang tampil di LCA. Pengaruhnya cukup besar kepada Arema," katanya.

Dari itu, Abriadi berharap, pemerintah segara duduk bersama mencari solusi terbaik untuk masa depan sepakbola indonesia kedepan.

"Kisruh di tubuh PSSI harus segera dicarikan solusi. kasihan lembaga atau klub yang berada dibawah payung PSII," tegasnya.

Abriadi menambahkan semoga FIFA segera memberikan kejelasan dan kebijakan soal PSSI. "Harapan saya FIFA segara mengambil sikap. pemerintah juga harus bijak dan tetap menjunjung tinggi sportifitas. Itu yang harus dijaga di dunia sepakbola," ujarnya.

Ditanya soal apakah manajemen Arema sendiri setuju ada revolusi di tubuh PSII? Abriadi mengaku tak ada yg perlu di revolusi.

"Apa yang harus direvolusi, wong semuanya sudah berjalan baik. kompetisi ISL sudah jalan, begitu juga liga lainnya di bawah ISL.Tak ada ada yang harus direvolusi menurut saya. Karena semuanya sudah berjalan baik," terangnya.

Tinggal mengembangkan. Tiga klub yang sudah berlaga di tingkat Asia dipertahankan. Yang jelas konflik di PSII harus segara dicarikan solusi yang terbaik dan bijaksana.

"Pemerintah jangan memihak pada satu kepentingan saja. Soal PSII jangan di bawa ke ranah politik," harapnya.[ain/ted]

Aksi Borgol Diri Tuntut Nurdin Mundur


ejumlah yang menamakan diri Dewan Pengawal Revolusi PSSI melakukan aksi borgol diri di depan Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (28/3) malam. Mereka menuntut PSSI segera dibekukan dan mengganti sistem PSSI pimpinan Nurdin Halid. Pasalnya selama dikendalikan Nurdin cs, pesepakbolaan nasional tidak pernah maju setapak pun.

Para pecinta sepak bola Tanah Air ini akan melakukan aksi ini dari Kantor PSSI hingga ke rumah Nurdin Halid. Mereka baru akan berhenti hingga Nurdin Halid benar-benar turun dan digantikan orang-orang yang netral dan peduli dengan kemajuan sepak bola di Tanah Air.(JUM)

Keterangan Sekjen PSSI Palsu , Berikut Surat FIFA Terkait Pembatalan Kongres


Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menyatakan tidak pernah memutuskan untuk membatalkan Kongres PSSI di Pekanbaru pada Sabtu (26/3). Pernyataan PSSI lewat Sekjen Nugraha Besoes itu dinilai palsu.

"Klaim dari Sekretaris Jenderal PSSI bahwa FIFA yang memutuskan untuk membatalkan Kongres PSSI karena alasan keamanan benar-benar palsu,” ujar FIFA lewat pesan elektronik .

Sementara Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, menyatakan bahwa pihaknya kemudian berkonsultasi dengan dua perwakilan FIFA dan dua perwakilan AFC setelah terjadi kericuhan di Kongres PSSI. Kongres akhirnya diputuskan dilakukan pembatalan.

Namun, Nurdin pun mengakui bahwa keempat orang tersebut tidak dalam kapasitas dimintakan pertimbangan karena keputusan akhir soal pembatalan Kongres menjadi wewenang komite eksekutif PSSI.

"Kami memutuskan bahwa kongres pembentukan Komite Pemilihan dan Komite Banding akan dilakukan selambat-lambatnya dalam waktu empat bulan. Sedangkan, kongres pemilihan komite eksekutif akan dilakukan selambat-lambatnya dua bulan setelah kongres pembentukan komite pemilihan dan komite banding," ujar Nurdin

Adapun surat email FIFA tentang pembantahan pernyataan Nugraha Besoes tersebut adalah sebagai berikut:

Dear Abdullah,

"FIFA's observer was prevented in being able to observe the PSSI General Assembly in Pekanbaru on 26 March by the PSSI leadership.

"The claim from the PSSI Secretary General that it was FIFA who decided to cancel the PSSI Congress for alleged security reasons is completely false. On the contrary, the FIFA observer repeatedly requested to go to the Congress venue and was prevented in doing so by the PSSI leadership.

"Once FIFA receives the official report from its observer, FIFA will submit the situation to the relevant body for a decision."

Kind Regards,

FIFA Media Department

Thursday, March 24, 2011

PSSI Larang TNI Masuk Komite Pemilihan


Jelang Kongres PSSI tanggal 26 Maret di Pekanbaru Riau, Sekjen PSSI Nugraha Besoes mempaparkan beberapa aturan. Salah satunya, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilarang masuk menjadi anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding.

"Ini bukan karangan PSSI. Larangan ini berdasarkan ketentuan electoral code FIFA," kata Besoes, Kamis (24/3/2011).

Tidak hanya anggota TNI, Besoes memaparkan, larangan juga dikenakan kepada pejabat pemerintah. Misalnya kepala daerah. "Jika ingin menjadi kandidat, mereka harus mengundurkan diri dari statusnya sebagai pegawai negeri. Begitu pula dengan kepada daerah, dia juga harus mengundurkan diri," katanya.

Ditambahkannya, ijin kongres dari pihak keamanan saat ini telah didapatkan PSSI. Izin ditandai dengan terbitnya Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari Mabes Polri. "Kita telah mendapatkan izin keamanan dari Mabes Polri beberapa saat yang lalu, sehingga tidak ada lagi kendala," kata Besoes.

Pada surat dari Mabes tersebut dicantumkan, penanggung jawab kegiatan kongres PSSI adalah Nugraha Besoes dengan jabatan Sekretaris Jenderal PSSI. Kegiatan berlangsungnya kongres di Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau. Agenda pembahasan penetapan komposisi Komite Pemilihan dan Komite Banding. [but]